Jakarta - Peringatan Sumpah Pemuda dilakukan dengan berbagai cara. Tarian kolosal serta Lomba perahu hias
Presiden
Jokowi memperingati Sumpah Pemuda dengan mengundang para pemuda-pemudi
di Istana Bogor pada Sabtu (28/10/2017) kemarin. Pemuda-pemudi yang
diundang ada dari berbagai kalangan, seperti Paskibra, atlet, dan
lain-lain.
"Kita ingin Sumpah Pemuda menjadi semangat abadi para pemuda Indonesia,
yaitu semangat kerja sama beragam pemuda dengan latar belakang yang
berbeda," kata Jokowi terkait perayaan Sumpah Pemuda.
Peringatan Sumpah Pemuda juga dilakukan dengan berbagai cara di berbagai
daerah. Di Belu, NTT, dipertontonkan tarian Likurai yang merupakan
tarian kolosal dan dilakukan lebih dari 6.000 orang. Tarian kolosal yang
dikoreograferi Prof. Eko Supriyanto ini berhasil menyabet penghargaan
Museum Rekor Indonesia (MURI)
Hadir dalam acara ini Mendagri
Tjahjo Kumolo, Anggota DPR dari NTT, Herman Hery, Bupati Belu
Willybrodus Lay dan ribuan warga setempat. Sebelum tarian kolosal ini
digelar, dilaksanakan juga upacara di atas bukit yang berbatasan
langsung dengan Timor Leste.
Di sungai Musi, digelar lomba lomba bidar dan perahu hias. Kabag Humas
kota Palembang Amiruddin Sandy mengatakan tradisi ini biasanya
dilaksanakan pada 17 Agustus lalu. Namun, baru dapat terlaksana pada
peringatan hari Sumpah Pemuda.
"Biasanya memang itu dilaksanakan saat 17 Agustus untuk memperingati
hari kemerdekaan. Kebetulan waktu itu ada pelaksanaan countdown Asian
Games, maka baru dapat dilaksanakan hari ini, sekaligus memperingati
hari Sumpah Pemuda," terang Amiruddin.
Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3704465/aneka-cara-memperingati-sumpah-pemuda








0 komentar:
Posting Komentar