Ada beberapa lembaga – lembaga sistem informasi yang ada di Indonesia tetapi penulis hanya mencantumkan 5, kelimat tersebut yaitu :
1. IIA Indonesia (The Institute of Internal Auditor Indonesia)
Adalah
sebuah organisasi professional non-profit yang mendedikasikan kemajuan dan
pengembangan audit internal di Indonesia. Didirikan pada tahun 1989 sebagai
lembar baru The Institute of Internal Auditors Inc, USA dan mengangkat status
dari National Institute pada tahun 2008 ketika keanggotaannya sudah melebihi
500 orang.
IIA
Indonesia mempunyai afiliasi kepada IIA Inc, USA, semua badan di temukan pada
tahun 1941 diseluruh dunia dari sebuah grup kecil yang mendedikasikan audit
internal yang dimana organisasinya merepresentasikan profesi mereka dan menyediakan
aktivitas pendidikan dan standar untuk praktek audit internal untuk
profesional.
2. LPAI (Lembaga Pengembangan Auditor Internal)
Adalah
sebuah lembaga yang perhatian terhadap pengembangan SDM di bidang audit
internal. Sebagai salah satu divisi pelatihan dari Proesdeem Indonesia
lembaga konsultan manajemen yang sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada
pelatihan manajemen LPAI menyelenggarakan pelatihan internal audit dan
fraud audit secara lengkap, terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI senantiasa dievaluasi dan diupdate
mengacu pada perkembangan pengetahuan dan praktek bisnis paling mutakhir dimana
benchmarknya adalah lembaga-lembaga internal audit dan fraud audit yang sudah
dikenal baik reputasinya di dunia.
Selain itu
program pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI didukung oleh tenaga
instruktur berpengalaman, baik sebagai instruktur maupun sebagai auditor
ataupun praktisi manajemen lainnya serta memiliki background pendidikan S2 dan
Ph.D. dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar instruktur LPAI adalah
praktisi audit yang memiliki sertifikat keahlian atau profesi seperti CIA, CFE,
CISA, dan sebagainya.
3. IKAI (Ikatan Komite Audit Indonesia)
Penerapan
prinsip-prinsip GCG secara menyeluruh dan konsisten merupakan hal yg bersifat
fundamental bagi organisasi. Salah satu unsur kelembagaan dalam kerangka GCG
yang diharapkan mampu memberikan kontribusi tinggi dalam level penerapannya
adalah “Komite Audit”. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas
pengawasan internal perusahaan, serta mampu mengoptimalkan mekanisme checks and
balances, yang pada akhirnya ditujukan untuk memberikan perlindungan yang
optimum kepada para pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya.
Tugas
pokok dari komite audit pada prinsipnya adalah membantu Dewan Komisaris dalam
melakukan fungsi pengawasan. Hal tersebut mencakup review terhadap sistem
pengendalian internal perusahaan, kualitas laporan keuangan, dan efektivitas fungsi
audit internal. Tugas komite audit juga erat kaitannya dengan penelaahan
terhadap risiko yang dihadapi perusahaan, dan juga kepatuhan terhadap regulasi.
Dari
gambaran sederhana mengenai tugas dan fungsi dari lembaga tersebut, sudah
barang tentu, keberadaan komite audit menjadi sangat penting sebagai salah satu
perangkat utama dalam penerapan good corporate governance.
4. BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia)
Adalah lembaga tertinggi
Negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Pasal 23 ayat (5) UUD Tahun
1945 menetapkan bahwa untuk memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara
diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan
Undang-Undang. Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan
Rakyat.
Tugas dari
BPK RI adalah memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara yang
dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya.
5. YPIA (Yayasan Pendidikan Internal Audit)
YPIA didirikan di Jakarta
pada tanggal 17 April 1995. Latar belakang didirikan Yayasan Pendidikan
Internal Audit yang kemudian dikenal dengan YPIA adalah
desakan kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah keinginan meningkatkan kompetensi
dan profesionalisme Internal Auditor di Indonesia serta belum adanya Lembaga
Pelatihan Profesi Internal Audit dengan standar internasional yang memadai dan
berkesinambungan.
Pendiri YPIA adalah
Pengurus FKSPI BUMN/BUMD periode 1992-1995 yaitu Hiro Tugiman-Ketua Umum,
Soedar Kendarto-Sekretaris Umum, FX Sriharto-Ketua IV dan Darwis A.
Rahman-Bendahara yang didukung oleh Soedarjono -Kepala BPKP, Martiono
Hadianto-Dirjen Pembinaan BUMN Departemen Keuangan RI dan Direksi Lima BUMN
yaitu Setyanto P. Santosa Direktur Utama PT. Telkom, Ridwan Fatarudin-Direktur
Utama PT. MNA, Sjaiful Amir-Direktur Keuangan Pupuk Sriwidjaja, Ida Bagus Putu
Sarga-Direktur Utama PT. Jasa Raharja dan Ahmad Soebianto-Deputi Ketua BPIS.
https://iia-indonesia.org/?page_id=383
https://lpai.co.id/about/
http://www.komiteaudit.or.id/
http://www.bpk.go.id/page/sejarah
http://ypia.co.id/sejarah-ypia/






0 komentar:
Posting Komentar